PIMPINAN WILAYAH
PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA
PROVINSI SULAWESI SELATAN 2014 - 2018
~Isy Kariman Aumut Syahidan~

HOS Tjokroaminoto: Bapak Bangsa

Als je een goede leider wilt worden, schrijf dan als een jqournalist en spreek als een redenaar (Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator)

Pesan di atas berasal dari HOS Tjokroaminoto yang disampaikan pada murid-muridnya yang datang menimbah ilmu di rumahnya di Gang Paneleh VII, di tepi Sungai Kalimas, Surabaya.

Rumah itu sekaligus jadi rumah kos para pemuda, seperti Semaoen, Alimin, Muso, Soekarno, Kartosuwiryo, bahkan Tan Malaka. Mereka kelak jadi pemimpin bangsa.

Tjokroaminoto adalah  adalah pelopor pergerakan sekaligus sebagai orang pertama menolak tunduk pada Belanda dengan politik non cooperative.

Pesan pendek dari Tjokroaminoto di atas membius murid-muridnya, memotivasi Soekarno suatu malam berteriak-teriak belajar berpidato, membuat kawan-kawannya merasa terganggu.

Tetapi saat menyaksikan Soekarno mengayun-ayunkan tangannya di depan cermin untuk praktek berpidato, membuat Muso, Alimin, Kartosuwiryo, Darsono, dan lainnya tertawa menyaksikan ulah Soekarno.

Murid Tjokroaminoto yang paling disukai adalah Soekarno hingga ia menikahkan anaknya, Siti Oetari, istri pertama Soekarno.

Setelah Tjokroaminoto meninggal dunia, lahirlah aneka warna aliran pergerakan Indonesia dari murid-muridnya, yakni Semaoen, Muso, Alimin beraliran sosialis/komunis, Soekarno beraliran nasionalis, dan Kartosuwiryo beraliran Islam.

Pengaruh kekuatan politik saat itu memungkinkan para pemimpin seperguruan saling berhadapan hingga terjadi pemberontakan Madiun 1948 yang dilakukan Partai komunis Indonesia.

Muso memproklamasikan "Republik Soviet Indonesia". Pemberontakan itu mendorong Presiden Soekarno mengirimkan pasukan elite TNI Divisi Siliwangi, mengakibatkan "si abang" sapaan akrab Soekarno kepada Muso, tertembak mati 31 Oktober 1948.

Setelah itu dilanjutkan pemberontakan Negara Islam Indonesia (NII) dipimpin Kartosuwiryo. Akhirnya hukuman mati dijatuhkan Soekarno kepada kawannya Kartosuwirjo pada 12 September 1962. Ketika Soekarno menandatangani hukuman eksekusi mati pada teman akrabnya Kartosuwiryo.

Natijah:
1. HOS Tjokroaminoto adalah Bapak Bangsa yang melahirkan para pemimpin bangsa dalam membawa Indonesia merdeka dan mengisi kemerdekaan.
2. Menghadapi common enemy (musuh bersama), yaitu kolonial Belanda. Common enemy inilah yang membuat mereka bersatu, sekalipun aliran politik mereka berbeda-beda.
3. Siapap pun melakukan pemberontakan terhadap NKRI, maka hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, tak peduli teman akrab seperjuangan. Itulah pelajaran berharga dari sejarah.

Makassar, 20 Desember 2018

Prof. Dr. H. Ahmad M. Sewang, MA. Ketua Umum DPP IMMIM Masa Amanah 2013-2018.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : TurungkaNews | PB PemudaMuslim | KasmanPost
Copyright © 2015. PW Pemuda Muslimin Indonesia Prov. Sulsel - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger